Jaga Kesehatan APBN Bisa dengan Tingkatkan Konsumsi Produksi Dalam Negeri

- Pewarta

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara. (Dok. kemenkeu.go.id)

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara. (Dok. kemenkeu.go.id)

FOKUSSIBER.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan APBN harus dijaga kesehatannya agar dapat terus menahan shock atau guncangan dari ancaman ketidakpastian global.

Salah satu upaya menjaga kesehatan APBN yaitu dapat dengan meningkatkan konsumsi produk dalam negeri.

“Bagaimana membuat APBN itu bener-bener menjadi katalis pertumbuhan ekonomi.”

“Kita udah sampaikan untuk belanja produk dalam negeri sangat-sangat penting, dan harusnya bukan hanya jadi gerakannya APBN tapi menjadi gerakan seluruh perekonomian kita, belanja produk dalam negeri,” ucap Wamenkeu dalam BNI Investor Daily Summit, Rabu 12 Oktober 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenkeu juga menyampaikan optimisme dan kewaspadaan pemerintah dalam jangka pendek yaitu terkait asumsi yang digunakan dalam menyusun postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.

“Kita akan optimalkan pendapatan negara dengan terus memperhatikan resiko-resiko kewaspadaan tapi kita akan terus optimis. Di sisi belanja kita akan mendukung semua belanja yang meningkatkan produktivitas dan memainkan peranan APBN sebagai shock absorber tadi.”

“Dari sisi pembiayaan sesuai undang-undang dari sejak awal kita memulai pandemi 2020, tahun depan defisit APBN akan dibawah 3% dari PDB,” terangnya.

Selain jangka pendek, pemerintah juga memiliki optimisme dan kewaspadaan terhadap perekonomian jangka menengah dan panjang. Untuk itu Wamenkeu mengungkapkan perlu adanya reformasi dari sisi struktural dan fiskal.

“Di structural, human capital transformasi ekonomi terus kita lakukan. Reformasi fiskal selama 2 tahun terakhir kita mengeluarkan UU pajak, UU desentralisasi fiskal yang baru, serta UU Cipta kerja yang sebenarnya juga adalah reformasi struktural.”

“Kita juga melakukan reformasi penganggaran dan kita ingin melakukan reformasi sektor keuangan,” ungkap Suahasil.

Untuk mewujudkan itu, maka Wamenkeu menyebut diperlukan pembangunan mendasar dari sumber daya manusianya, baik itu dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan sosial.

“Tiga kunci pilar pembangunan sumber daya manusia. Anggaran kesehatan itu kita akan keluarkan 169 triliun, pendidikan sesuai amanat Undang-Undang Dasar sebesar 20 persen dari belanja negara yaitu senilai 612 triliun, dan untuk perlindungan sosial termasuk subsidi kompensasi energi 479 triliun. Ini bukan angka yang kecil,” sebut Suahasil.

Saat ini, agenda reformasi struktural masih terus berjalan. Hal itu ditandai dengan upaya pemerintah untuk terus melalukan perbaikan sistem perpajakan yaitu melalui Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Selain itu juga dengan adanya reformasi pada UU Cipta Kerja, membentuk Indonesia Investment Authority (INA), serta perkembangan digitalisasi.

“Tantangan kita kedepan ya digitalisasi, fintech. Ini adalah kesempatan sekaligus tantangan kita. Sumber pembiayaan jangka panjang ini sangat penting. Dan ini yang kita coba susun sekarang dan akan kita usulkan dalam bentuk reform,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Soal Isu Pemotongan Dana Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Gibran Rakabuming Raka Angkat Bicara Lagi
Sistem Teknologi Informasi PT Indonesia AirAsia Berangsur Normal Namun Masih Tahap Recovery
Gerakan Pangan Murah Digenjot agar Masyarakat Peroleh Pangan Pokok dengan Harga Wajar dan Berkualitas
DPW PROPAMI Jambi Raya 2024-2027 Dilantik: Harapan Baru bagi Literasi Keuangan di Jambi
CSA Index Juli 2024 Naik Tipis ke 61: Optimisme Pasar Tetap Tertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global dan Lokal
Ini Tujuan Jajaran Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah
Badan Pangan Nasional Dorong Neraca Pangan Daerah untuk Mendukung Sinergi Pengendalian Inflasi
Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Etanol Asal Brasil, Jokowi: Pertamina Telah Kalkulasi Bisnisnya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 15:04 WIB

Soal Isu Pemotongan Dana Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Gibran Rakabuming Raka Angkat Bicara Lagi

Minggu, 21 Juli 2024 - 16:17 WIB

Sistem Teknologi Informasi PT Indonesia AirAsia Berangsur Normal Namun Masih Tahap Recovery

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:16 WIB

Gerakan Pangan Murah Digenjot agar Masyarakat Peroleh Pangan Pokok dengan Harga Wajar dan Berkualitas

Sabtu, 6 Juli 2024 - 22:15 WIB

DPW PROPAMI Jambi Raya 2024-2027 Dilantik: Harapan Baru bagi Literasi Keuangan di Jambi

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:14 WIB

CSA Index Juli 2024 Naik Tipis ke 61: Optimisme Pasar Tetap Tertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global dan Lokal

Sabtu, 22 Juni 2024 - 13:25 WIB

Ini Tujuan Jajaran Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:47 WIB

Badan Pangan Nasional Dorong Neraca Pangan Daerah untuk Mendukung Sinergi Pengendalian Inflasi

Selasa, 11 Juni 2024 - 10:28 WIB

Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Etanol Asal Brasil, Jokowi: Pertamina Telah Kalkulasi Bisnisnya

Berita Terbaru