KNPI Masih Tunggu Konfirmasi Resmi dan Terus Memantau Kondisi Politik China

- Pewarta

Jumat, 30 September 2022 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Xi Jinping. (Instagram.com@xi.jinping_cn)

Presiden Xi Jinping. (Instagram.com@xi.jinping_cn)

FOKUS SIBER – Koordinator Bidang DPP KNPI Dr Rasminto menyoroti pekembangan rumor yang beredar mengenai sejumlah postingan di media sosial negara Tirai Bambu terkait isu Presiden Xi Jinping telah dicopot dari posisinya sebagai Kepala Tentara Pembebasan China (PLA).

“DPP KNPI sedang mencoba melalui saluran dan jejaring KNPI di bidang internasional mencermati dan mencoba mengkonfirmasi informasi pencopotan jabatan Presiden Xi Jinping,” ujar Rasminto di Jakarta, Minggu 25 September 2022.

Menurut Rasminto, secara ekonomi kita berkepentingan dengan stabilitas dan keberlangsungan hubungan Indonesia-China dengan berbagai kerjasama yang terbangun selama ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KNPI tentu mengharapkan terjaganya stabilitas dan keberlangsungan kepentingan nasional Indonesia, mengingat akan ada beberapa agenda penting seperti G-20 di Indonesia dan kita dipercaya sebagai Presidensi pelaksanaanya.”

“Tentu jika terjadi perubahan kekuasaan di China kita harus beradaptasi kembali”, tutur Rasminto.

Lanjut Rasminto menjelaskan bahwa sejauh ini, DPP KNPI masih menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah China terkait pekembangan yang terjadi sesungguhnya.

“Kami juga terus memantau melalui jejaring bidang Hubungan Internasional DPP KNPI, agar warga Negara Indonesia dan para pelajar Indonesia di China dalam kondisi aman dan terlindungi oleh perwakilan pemerintah RI disana,” jelasnya.

Menurut Rasminto, beredar luas di media sosial dan kanal berita internasional tentang kondisi darurat di China namun belum ada konfirmasi resmi terkait kondisi Presiden Xi Jinping.

“Kita masih menunggu konfirmasi resmi terkait situsai di China dan kondisi Presiden Xi Jinping, sebab informasi yang beredar sejak 23 September 2022 belum ada kabar tentang kondisi Xi Jinping”, pungkas Koorbid DPP KNPI dalam keterangan tertulis kepada media.

Diberitakan sebelumnya cuitan Jenniper Zheng dikutip dari NDTV bahwa kendaraan militer PLA mulai bergerak ke Beijing sejak 22 September.

Dimulai dari Huanlai di dekat Beijing dan berakhir Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh arak-arakan sepanjang 80 km.

Sementara itu, rumor mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping ditahan setelah senior PKC memecatya sebagai kepala PLA.

Penulis Gordon G Chang juga mencuitkan mengenai kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Xi Jinping, disertai sebuah video.

“Video kendaraan militer yang pindah ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang, dan pemenjaraan pejabat senior,” cuit Chang.***

Berita Terkait

Kejagung Klarifikasi Isu Penggeledahan, TNI Perkuat Perlindungan Jaksa Anti-Korupsi
Dishub Atur Akses Parkir Penutupan FORNAS di Mataram
Viral Surat Dukungan Kementerian UMKM untuk Istri Menteri, KPK Turun Tangan
Eks Direksi BRI Terseret Kasus Korupsi EDC, Investor Pantau Risiko Reputasi
Bobby Nasution Bisa Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Infrastruktur Sumut
Dugaan Korupsi Chromebook, Nama Nadiem Makarim Terseret Kejagung
Uang Tunai Rp915 Miliar Ditemukan: Kejutan dari Laci Pejabat MA
Batal Hadir di G7, Prabowo Dikejar Agenda Strategis Lintas Negara

Berita Terkait

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:42 WIB

Kejagung Klarifikasi Isu Penggeledahan, TNI Perkuat Perlindungan Jaksa Anti-Korupsi

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:51 WIB

Dishub Atur Akses Parkir Penutupan FORNAS di Mataram

Selasa, 8 Juli 2025 - 07:14 WIB

Viral Surat Dukungan Kementerian UMKM untuk Istri Menteri, KPK Turun Tangan

Kamis, 3 Juli 2025 - 10:51 WIB

Eks Direksi BRI Terseret Kasus Korupsi EDC, Investor Pantau Risiko Reputasi

Senin, 30 Juni 2025 - 10:46 WIB

Bobby Nasution Bisa Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Infrastruktur Sumut

Berita Terbaru