Puluhan Warga Desa di Magetan Berunjuk Rasa, Tuntut Kades Diduga Cabul Diproses Hukum

- Pewarta

Sabtu, 11 Februari 2023 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa. (Dok. Fin)

Puluhan warga Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa. (Dok. Fin)

KILASNEWS.COM – Puluhan warga Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa di kantor kecamatan setempat, Kamis 2 Februari 2023.

Pengunjuk rasa menuntut penyelesaikan hukum sebenar-benarnya, atas perbuatan Kades setempat yang diduga mencabuli seorang mahasiswi tengah ber-KKN di wilayah itu.

Warga pengunjuk rasa yang berkumpul di Aula Kantor Kecamatan Lembeyan itu, menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kepala Desa Kediren, Dwi Heri Susanto, yang dianggap cacat secara moral.

“Bagaimana seseorang yang moralnya rusak, lantas memimpin ribuan warganya.”

“Apa mau dibuat rusak semua. Untuk itu, kami minta agar Pak Camat secepatnya mengambil tindakan yang tepat untuk merampungkan kasus ini,” ucap Yatno, juru bicara pengunjuk rasa, kepada jurnalis.

Ditambahkan Yatno, kebejatan moral Dwi Heri Susanto bukan cuma terjadi pada dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang mahasiswi Unipma (dulu IKIP PGRI Madiun) berinisial MC.

Melainkan juga terhadap perangkat desa (wanita) di kecamatan lain, serta seorang wanita warganya sendiri.

“Jadi, ada perempuan warga Desa Kediren, tetangga saya, itu hendak mengurus perceraian di Kantor Desa Kediren.”

” Kades minta perempuan itu bersedia diajak keluar, jika ingin urusannya cepat selesai. Tapi perempuan itu menolak,” imbuh Yatno, menjelaskan.

Dijelaskan Yatno, indikasi adanya gelagat busuk yang dilakukan Dwi Heri Susanto terhadap mahasiswi yang sedang ber-KKN di desa itu, antara lain munculnya penarikan sebanyak 30 mahasiswa peserta KKN oleh Kampus Unipma sebelum berakhir masa KKN, pada pertengahan bulan Februari ini.

Sementara Kepala Desa Kediren, Dwi Heri Susanto, yang dikonfirmasi jurnalis di rumahnya membenarkan adanya penarikan sejumlah mahasiswa yang tengah ber-KKN di wilayahnya sebelum waktunya berakhir.

“Iya, memang benar ada 28 mahasiswa Unipma, terbagi dalam dua kelompok, yang sedang KKN itu ditarik pihak kampusnya sebelum masa KKN berakhir,” aku Dwi Heri Susanto.

Disinggung soal penarikan mahasiswa KKN itu akibat dari dugaan pelecehan seksual kepala desa terhadap salah seorang mahasiswi, Dwi Heri Susanto enggan menjawab.

“Kalau soal itu langsung tanya ke pengacara saya saja,” ujar Dwi Heri Susanto singkat.

Wakil Rektor Bidang III Unipma, Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, yang dihubungi jurnalis di ruang kerjanya membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan kepala desa, tempat mahasiswa ber-KKN.

“Waktu korban saya panggil dan saya tanya, mengakui semua perbuatan tak terpuji oleh Kades itu. Bahkan, saat korban diajak keluar Kades dengan mobil Panther pada malam hari, itu disaksikan puluhan mahasiswa lain teman korban ber-KKN,” cetus Bambang Eko.

Bambang Eko meyakini, apa yang dituturkan korban itu benar. Dan apa yang dilakukan Kades terhadap korban, juga benar.

Bambang Eko berlogika, saat KKN korban dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Tidak gila.

Secara psikis, ucapnya, tidak mungkin orang ‘kecil’ berani mengada-ada terhadap orang ‘besar’, jika apa yang dia ucapkan itu tidak benar. Atau bohong.

“Kan begitu logika intelektualnya, Mas?,” dalil Bambang Eko singkat.

Sementara Camat Lembeyan, Samsi Hidayat, kepada jurnalis usai menerima aspirasi warga, pihaknya akan segera mengambil sikap terkait pengaduan warga tersebut.

“Aspirasi warga desa itu saya terima. Tapi kan bukan ranah saya untuk memutuskan. Sebab itu secepatnya saya akan melaporkan persoalan ini kepada pimpinan saya,” janji Samsi Hidayat.

Aksi unjuk rasa warga Desa Kediren itu berlangsung tertib. Warga diterima Camat Lembeyan dan unsur Muspika setempat.

Jika aparatur pemerintah daerah tidak segera menyelesaikan dengan serius, warga mengancam tetap menuntut dan berunjuk rasa lagi lebih serius. (fin)***

Berita Terkait

Kasus Kegiatan Usaha Tata Niaga Komoditi Emas PT Antam Tbk, Kejaksaan Agung Periksa 4 Orang Saksi
Ini Sejumlah Alasan Aktivis, Dorong Sudirman Said untuk Daftar Sebagai Calon Pimpinan KPK
Para Guru SMK Bidang Bisnis dan Parisiwata, Serentak Ikuti Uji Sertifikasi Kompetensi di Seluruh Indonesia
Prabowo Bertemu Para Ketum Partai Koalisi dan Menteri Erick Thohir, Ini yang Dibahas Menurut Anis Matta
Syahrul Yasin Limpo Disebut Beri Arahan ke Bawahan untuk Serahkan Uang Sebesar Rp800 Juta kepada Firli Bahuri
Uji Kompetensi BNSP di Batam: Sertifikasi 149 CPMI Welder untuk Menggapai Sukses di Korea Selatan
Prabowo Sebut Kepentingan Nasional adalah Prioritas dalam Kemitraan Ekonomi dengan Negara Lain
Usai KTT, Prabowo Subianto dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi dan akan Tingkatkan Bantuan untuk Gaza
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:40 WIB

Kasus Kegiatan Usaha Tata Niaga Komoditi Emas PT Antam Tbk, Kejaksaan Agung Periksa 4 Orang Saksi

Senin, 15 Juli 2024 - 13:43 WIB

Ini Sejumlah Alasan Aktivis, Dorong Sudirman Said untuk Daftar Sebagai Calon Pimpinan KPK

Rabu, 3 Juli 2024 - 22:09 WIB

Para Guru SMK Bidang Bisnis dan Parisiwata, Serentak Ikuti Uji Sertifikasi Kompetensi di Seluruh Indonesia

Senin, 24 Juni 2024 - 07:45 WIB

Prabowo Bertemu Para Ketum Partai Koalisi dan Menteri Erick Thohir, Ini yang Dibahas Menurut Anis Matta

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:33 WIB

Syahrul Yasin Limpo Disebut Beri Arahan ke Bawahan untuk Serahkan Uang Sebesar Rp800 Juta kepada Firli Bahuri

Sabtu, 15 Juni 2024 - 02:24 WIB

Uji Kompetensi BNSP di Batam: Sertifikasi 149 CPMI Welder untuk Menggapai Sukses di Korea Selatan

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:46 WIB

Prabowo Sebut Kepentingan Nasional adalah Prioritas dalam Kemitraan Ekonomi dengan Negara Lain

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:10 WIB

Usai KTT, Prabowo Subianto dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi dan akan Tingkatkan Bantuan untuk Gaza

Berita Terbaru