RUAT PROPAMI 2026 Dihadiri Perwakilan DPW Se-Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 27 September 2026 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) menggelar Seminar Nasional Pelaku Pasar Modal Indonesia yang dirangkaikan dengan Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) PROPAMI 2026, di Ballroom Suagi, The Papandayan Hotel, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Seminar bertema “Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Sinergi Kebijakan, Industri, dan Profesi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” ini menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), lembaga penjaminan, kalangan akademisi, hingga pelaku profesi pasar modal dari berbagai daerah.

Ketua Umum PROPAMI NS. Aji Martono mengatakan pertumbuhan basis investor pasar modal domestik perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemahaman investor terhadap instrumen dan risiko investasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan basis investor di Indonesia,” ujarnya di sela acara, Sabtu (26/9/2026).

BEI-PROPAMI Teken Kerja Sama Edukasi

Dalam kesempatan tersebut, BEI dan PROPAMI menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup program edukasi dan peningkatan literasi keuangan berkelanjutan. Kerja sama ini juga menyasar sinergi antara Kantor Perwakilan BEI dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PROPAMI di sejumlah daerah.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan aspek penilaian perusahaan menjadi salah satu tahapan penting bagi emiten yang bersiap melantai di bursa melalui skema initial public offering (IPO).

“Perusahaan yang akan IPO tidak hanya dituntut siap secara pendanaan, tapi juga harus memenuhi standar tata kelola dan keterbukaan informasi kepada publik,” katanya.

Penjaminan Jadi Alternatif Pembiayaan UMKM

Di luar skema pasar modal, isu pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut dibahas dalam forum tersebut. Direktur Utama Jamkrida Jawa Barat Bobby Cahyadi menyampaikan bahwa lembaga penjaminan memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang belum memenuhi kriteria masuk pasar modal.

“Kebutuhan modal, kapasitas usaha, agunan, dan profil risiko UMKM berbeda dengan korporasi besar. Di sinilah fungsi penjaminan menjadi relevan,” ujar Bobby.

Batas Antarsektor Keuangan Kian Tipis

Dari sisi akademisi, Dr. Erman Sumirat menyoroti perkembangan industri jasa keuangan yang kian terintegrasi seiring transformasi digital. Menurutnya, batas antara perbankan, pasar modal, dan lembaga penjaminan semakin tipis.

“Pasar modal tidak bisa lagi dilihat semata dari aktivitas perdagangan saham. Di dalamnya ada proses penghimpunan dana, investasi, pendanaan perusahaan, hingga pengelolaan risiko,” katanya.

Sesi diskusi panel yang menghadirkan Saidu Solihin, Bobby Cahyadi, dan Erman Sumirat tersebut dipandu oleh moderator Dr. David Nathanael Sutyanto.

Regulasi Jadi Perhatian di Tengah Inovasi Produk Keuangan

Dari sisi kebijakan, Anggota Komisi XI DPR RI H. Fathi menyampaikan pandangannya terkait arah regulasi pasar modal ke depan. Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK Edi Broto Suwarno menyampaikan keynote speech seputar tantangan pengawasan di tengah pesatnya inovasi produk keuangan berbasis teknologi.

Kebutuhan Tenaga Bersertifikasi Meningkat

PROPAMI turut menyoroti pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia di industri pasar modal, seiring makin kompleksnya produk dan transaksi keuangan. Peran Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) disebut menjadi bagian dari upaya menjaga standar kompetensi pelaku industri.

Selain seminar, PROPAMI turut menggelar RUAT 2026 yang dihadiri perwakilan DPW dari berbagai wilayah, sebagai forum evaluasi program organisasi sekaligus penyusunan agenda kerja untuk periode mendatang. (*)

Berita Terkait

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
DPW PROPAMI Surabaya Raya Dilantik, Fokus Kolaborasi Akademisi dan Industri

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:05 WIB

RUAT PROPAMI 2026 Dihadiri Perwakilan DPW Se-Indonesia

Senin, 14 September 2026 - 09:54 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Kamis, 10 September 2026 - 16:38 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 16:03 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:21 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terbaru

Ekonomi

RUAT PROPAMI 2026 Dihadiri Perwakilan DPW Se-Indonesia

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:05 WIB

Pers Rilis

Rianlon Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Pasar Global

Jumat, 25 Sep 2026 - 02:32 WIB