Huawei ICT Competition Ke-10 Tuntas Digelar, Catat Rekor 220.000 Peserta, Para Pemenang Berasal dari 49 Negara dan Wilayah

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHENZHEN, Tiongkok, 9 Juni 2026 /PRNewswire/ — Huawei hari ini menggelar sesi penutupan dan penyerahan penghargaan Huawei ICT Competition Global Final Ke-10 di Shenzhen, Tiongkok. Ajang tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya, melibatkan lebih dari 220.000 mahasiswa dan dosen. Para peserta berasal dari sekitar 2.000 institusi pendidikan di lebih dari 100 negara dan wilayah. Setelah melalui babak nasional dan regional, sebanyak 177 tim dari 49 negara dan wilayah berhasil melaju ke babak final tingkat dunia, serta meraih berbagai penghargaan.

At the Closing & Awards Ceremony of the 10th Huawei ICT Competition Global Final
At the Closing & Awards Ceremony of the 10th Huawei ICT Competition Global Final

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sesi penutupan dan penyerahan penghargaan, Ritchie (Honghua) Peng, President, Huawei ICT Strategy & Business Development Department, mengatakan bahwa kompetisi tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Huawei dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama, serta mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Menurut Peng, kategori Innovation Competition membuktikan peran kompetisi ini sebagai sarana belajar untuk menjawab tantangan nyata. Sementara itu, peserta dari kategori Practice Competition dan Programming Competition memiliki dedikasi, rasa ingin tahu, dan fokus teknis yang mendalam. Peng juga memperkenalkan jalur kompetisi baru, yakni Ascend AI Operator Development Track, yang mulai diperkenalkan di Tiongkok daratan pada edisi berikutnya. Lewat jalur tersebut, para pengembang muda dapat berinteraksi lebih dekat dengan teknologi industri mutakhir melalui berbagai misi berbasis tugas.

Director a.i., UNESCO Institute for Information Technologies in Education, sekaligus Chief of Section for Technology and AI in Education, Dr. Shafika Isaacs, mengapresiasi kemitraan antara UNESCO dan Huawei, serta memuji pencapaian para peserta. Menurutnya, masa depan AI membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri. Dia juga menjelaskan bahwa UNESCO dan Huawei telah bekerja sama melalui berbagai inisiatif, termasuk program peningkatan kapasitas AI di negara-negara Arab, serta program kemitraan pendidikan TIK di Asia Tengah dan kawasan Kaukasus. Melalui program tersebut, UNESCO dan Huawei memperkuat pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi, serta menyiapkan talenta masa depan. Isaacs menilai peserta Huawei ICT Competition tahun ini mampu menjawab berbagai tantangan nyata secara lintasbudaya melalui pemanfaatan teknologi baru. Mereka tidak hanya menunjukkan kreativitas, namun juga pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab, sesuai dengan tujuan pendidikan.

Tahun ini, Huawei ICT Competition memasuki edisi ke-10. Setelah melalui rangkaian Practice Competition, Innovation Competition, dan Programming Competition, sebanyak 18 tim terbaik dari delapan negara berhasil meraih hadiah utama.

  • Practice Competition—Network Track: hadiah utama diraih tim dari Aljazair, Brasil, Nigeria, serta Shenzhen Polytechnic University.
  • Practice Competition—Cloud Track: hadiah utama diraih tim dari Mesir, Aljazair, Central South University of Forestry and Technology, serta Kenya.
  • Practice Competition—Computing Track: hadiah utama diraih tim dari Mesir, Henan Institute of Economics and Trade, Republik Dominika, dan Aljazair.
  • Practice Competition—Ascend AI Track: hadiah utama diraih tim dari Shenzhen Polytechnic University
  • Innovation Competition: hadiah utama diraih tim dari Wuhan University of Technology, Ahmadu Bello University, National University of Singapore, dan Fujian Normal University
  • Programming Competition: hadiah utama diraih tim dari Wuhan Vocational College of Software and Engineering

Selain penghargaan utama, Huawei juga menyerahkan sejumlah penghargaan khusus. Women in Tech Award diberikan kepada tujuh tim yang seluruh anggotanya terdiri atas perempuan, yakni tim dari Azerbaijan, Nigeria, Kenya, Tiongkok, dan Bahrain. Green Development Award diraih dua tim dari Ghana dan Tiongkok. Sebanyak 10 mahasiswa asal Tiongkok memperoleh Fast Pass menuju Huawei Future Business Leader Track. Most Valuable Instructor Award diberikan kepada 16 instruktur terbaik dari sembilan negara dan wilayah, termasuk dari Pakistan, Tiongkok, Nigeria, Mesir, Uni Emirat Arab, Brasil, Thailand, dan Türkiye. Enam tim asal Mesir, Brasil, Malaysia, Polandia, dan Pakistan juga meraih ICT Competition Online Popularity Award.

Dalam rangkaian acara pada babak final tingkat dunia, Huawei menggelar AI Accelerating Education Transformation Summit. Pada kesempatan tersebut, Huawei meluncurkan Solusi ICT Academy AI Course dan "ICT Skills Development Insight Report with Recommendations for Nine Countries of Central Asia & the Caucasus".

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan SDM di bidang AI, komputasi, big data, dan keamanan siber, Huawei ICT Competition terus menjadi platform internasional bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, menjawab tantangan dunia nyata, serta mempersiapkan diri menghadapi ekonomi digital melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, serta kerja sama pemanfaatan sumber daya pendidikan.

Berita Terkait

DJI Osmo Pocket 4P Pearl White Resmi Hadir di Pasar Global, Tawarkan Sentuhan Gaya yang Trendi bagi Kreator Sinematik di Seluruh Dunia
Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka
YINGFA Pamerkan Sel Surya TOPCon 3.0 Multi-Cut dan XBC 2.0 di REI 2026
Hanwha Life Invitational Hadirkan Talenta Muda Golf Putri dari 6 Negara Asia di Panggung Internasional
Comarch Loyalty Mengubah Program Loyalitas Azerbaijan Airlines Menjadi Ekosistem Teknologi Finansial
Tianneng Luncurkan Portofolio Baterai dengan Berbagai Bahan Kimia, Perkuat Ekosistem Energi Baru yang Dirancang Menurut Kebutuhan Pasar Lokal
Mewujudkan pengalaman hidup yang lebih baik, EZVIZ memulai roadshow-nya di Indonesia untuk mendefinisikan ulang konsep rumah pintar, dimulai dengan sistem akses yang lebih cerdas melalui portofolio produk smart lock yang memenangkan penghargaan
BLUETTI Pamerkan Solusi Energi Inovatif di Ajang 140th Canton Fair

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:00 WIB

DJI Osmo Pocket 4P Pearl White Resmi Hadir di Pasar Global, Tawarkan Sentuhan Gaya yang Trendi bagi Kreator Sinematik di Seluruh Dunia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:14 WIB

YINGFA Pamerkan Sel Surya TOPCon 3.0 Multi-Cut dan XBC 2.0 di REI 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Hanwha Life Invitational Hadirkan Talenta Muda Golf Putri dari 6 Negara Asia di Panggung Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Comarch Loyalty Mengubah Program Loyalitas Azerbaijan Airlines Menjadi Ekosistem Teknologi Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:17 WIB