KILASNEWS.COM – Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto menerima sejumlah masukan dari akademisi dan ahli terkait program yang akan dijalankannya bersama cawapres, Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah masukan tersebut didapat Prabowo saat menghadiri ‘Dialog Publik Muhammadiyah bersama Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia’ di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11/2023).
Salah satu usulan disampaikan oleh Sukadiono, rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditunjuk sebagai panelis bidang kesehatan dan kesejahteraan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Sukadiono menyoroti angka stunting Indonesia yang masih berada di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Ia menilai progam pemberian susu dan makan siang gratis yang dicanangkan Prabowo-Gibran sudah tepat, namun belum ideal bila melihat kebiasaan makan warga Indonesia.
Baca artikel lainnya di sini: Sepakat dengan Cak Imin Soal Pemilu, Prabowo Subianto: Dapat Kawan Baru, Jangan Dilupakan Kawan Lama
Sukadiono memandang perlu langkah tindakan ekstrem untuk menekan angka stunting.
Baca Juga:
CHINT Pamerkan “Prefab Power Pod” di Ajang DCWA 2026, Percepat Pembangunan Pusat Data AI
FORTHING Perkenalkan Seri TK di Eropa, Buka Babak Baru dalam Ekspansi NEV ke Pasar Global
“Stunting masih menjadi problem bangsa kita. Ini belum cukup diberikan susu pada makan siang saja, karena kita tahu bangsa kita makannya tiga kali,” kata Sukadiono.
Merespons hal tersebut, Prabowo mengatakan akar stunting adalah kemiskinan.
Meski belum dapat dikatakan ideal, ia meyakini upayanya untuk memberi susu dan makan siang untuk anak-anak Indonesia akan berdampak.
“Kita sekarang akan memberi intervensi gizi langsung kepada anaknya. Sekarang saya bertanya, lebih baik teruskan keadaan seperti sekarang, tidak dikasih (makan untuk anak-anak).”
Baca Juga:
Fair2Care: Canton Fair Luncurkan International Medical Experience untuk Pertama Kalinya
AITO Umumkan Ekspansi ke Pasar Eropa pada 2027 di Ajang Paris Motor Show
“Atau satu kali makan walaupun kita tahu idealnya tiga kali makan,” kata Prabowo.
“Kalau kita lihat banyak pengalaman negara lain, makan siang di sekolah ini lah salah satu cara untuk pemerataan, keadilan sosial, mengatasi kurang gizi dan menyiapkan SDM ke depan,” lanjut dia.
Prabowo pun mengaku optimis langkah tersebut akan membantu banyak rakyat Indonesia sekaligus menekan angka stuntin ekstrem jika konsisten dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
“Saya optimis ini akan memberikan dampak langsung,” tutur Prabowo.***









