Demi Jaga Keutuhan NKRI, Ujang Komarudin: Prabowo Akui Kekalahan, Berbesar Hati, Dukung Jokowi

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 6 Juli 2023 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

KILASNEWS.COM – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan sosok calon presiden (capres) 2024 yang berhati besar.

Prabowo Subianto legowo menerima kekalahannya pada kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya Rabu, Rabu, 5 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prabowo berbesar hati, itu yg dilakukan Prabowo untuk menerima kekalahan dan bergabung dengan pemerintahan Jokowi,” kata Ujang Komarudin.

Menurut dia, saat ini Prabowo Subianto telah tepat dengan posisinya sebagai Menteri Pertahanan.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Nostalgia Bersama Prabowo Subianto, Jusuf Hamka Ingin Mampir ke Hambalang Makan Nasi Goreng

Ujang Komarudin juga meyakini para pendukung yang sempat berpaling dari Prabowo Subianto lambat laun mulai kembali.

Karena mengetahui kebesaran hati Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto yang berbesar hati menerima kekalahan dan bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi adalah langkah dirinya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Artinya pilihan mengakui kekalahan, berbesar hati, lalu mendukung Jokowi di pemerintahan untuk menjaga persatuan.”

“Itu menjadi langkah Prabowo untuk menjaga kesatuan dan persatuan,” ujar Ujang Komarudin.*

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru