Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

KPK tak hanya memburu pelaku, tapi juga memperkuat regulasi dan pengawasan agar dana sosial tak lagi jadi celah penyalahgunaan.

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK di Jakarta, pusat investigasi kasus CSR BI-OJK yang melibatkan dua anggota DPR. (Dok. Kpk.go.id)

Gedung KPK di Jakarta, pusat investigasi kasus CSR BI-OJK yang melibatkan dua anggota DPR. (Dok. Kpk.go.id)

DI BALIK  hegemoni anggaran CSR Bank Indonesia dan OJK, terkuak aliran dana yang mesti segera dipertanggungjawabkan publik.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024, yaitu Heri Gunawan (Gerindra) dan Satori (NasDem), sebagai tersangka.

Terkait kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait penyaluran dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) OJK tahun 2020–2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heri Gunawan diduga menerima total Rp 15,86 miliar, terdiri atas Rp 6,26 miliar dari BI, Rp 7,64 miliar dari OJK, dan Rp 1,94 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR lainnya.

Sementara itu, Satori diduga menerima Rp 12,52 miliar, yang berasal dari Rp 6,30 miliar dari BI, Rp 5,14 miliar dari OJK, dan Rp 1,04 miliar dari mitra kerja lain di luar BI-OJK.

Bagaimana Modus yang Dijalankan Pelaku

Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, menjelaskan bahwa kedua tersangka diduga membentuk yayasan yang mereka kelola.

Untuk menyalurkan dana yang seharusnya digunakan untuk program sosial, namun malahan diselewengkan ke kepentingan pribadi.

Heri terbukti menggunakan dana tersebut untuk membangun rumah makan, outlet minuman, membeli tanah, mobil, serta properti lainnya.

Sedangkan Satori diduga menggunakan dana untuk deposito, pembelian tanah, pembangunan showroom, kendaraan roda dua, dan aset lainnya.

Jaringan Dana Lain yang Sedang Diselidiki

KPK kini mendalami aliran dana senilai Rp 1,94 miliar ke Heri dan Rp 1,04 miliar ke Satori dari mitra kerja Komisi XI di luar BI-OJK.

Asep menyebut pihak Kementerian Keuangan dan Bappenas termasuk dalam cakupan pemeriksaan, karena Komisi XI memiliki banyak mitra kerja.

Dampaknya pada Kepercayaan Publik dan Legislasi DPR

Temuan ini menjadi sorotan serius terhadap integritas anggota DPR sebagai wakil rakyat yang seharusnya menjaga anggaran publik untuk kemaslahatan masyarakat, bukan untuk kepentingan politik atau pribadi.

Satori bahkan menyebut bahwa sebagian besar anggota Komisi XI turut menerima dana bantuan sosial serupa.

Hal ini menjadi penting sebagai data awal pengembangan kasus.

Hukum untuk Pemulihan dan Pencegahan Korupsi Ke Depan

Kasus ini segera menjadi momentum untuk memperkuat regulasi dan sistem pengawasan distribusi dana sosial yang melibatkan wakil rakyat.

Perlu segera diterapkan mekanisme audit independen, transparansi penggunaan, dan evaluasi berkala untuk memastikan manfaat benar-benar dirasakan masyarakat.

Seiring proses hukum berjalan, KPK juga dapat menginisiasi kolaborasi dengan pemerintah, DPR, BI, dan OJK untuk mengembalikan kerugian negara dan menyusun rekomendasi kebijakan pencegahan korupsi di masa depan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025
Belum Genap Setahun Menjabat Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan, Ini Alasannya

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru