KILASNEWS.COM – Kalau sudah gak becus urus TKI/BP2MI masih mendinglah jika Benny Ramdhani yang Kepala BP2MI (dulu BNP2TKI) mau main-main politik.
Termasuk minta penjarakan orang-orang yang berlawanan dengan pemerintah Jokowi.
Fakta dan masalahnya sejak era Jokowi, jumlah TKI/PMI yang meninggal saja naik pesat. Artinya manajemen pengelolaan TKI amburadul.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Coba aja bandingkan dengan saat TKI diurus Jumhur Hidayat sebagai Kepala BNP2TKI.
Pada tahun 2014 saat Jumhur Hidayat lepas jabatan Kepala BNP2TKI.
Jumlah TKI yang meninggal bisa ditekan hingga 226 orang saja dan tahun sebelumnya 2013 yang meinggal 372.
Demikian menurut data BNP2TKI yang dilansir oleh katadata.co.id (28/02/17).
Baca Juga:
CGTN AMERICA & CCTV UN: Commemoration of 55th Anniversary of Ping-Pong Diplomacy Held in Beijing
Nah sejak ganti pemerintahan itu Jumlah TKI meninggal terus meningkat pesat.
Menurut Kepala BP2MI Benny Ramdhani selama dua tahun dari 2020-2022, TKI yang meninggal berjumlah 1445 orang.
Kalau dibagi rata aja artinya lebih dari 722 TKI meninggal dunia. Ini kan artinya 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun 2014.
Sudah kerja keras Jumhur turunkan kematian TKI, eh pas Jumhur diganti TKI yang meninggal meningkat. Harusnya kan turun terus hingga ke angka alamiah.
Baca Juga:
Saat Jumhur menjadi Kepaka BNP2TKI dia meninggalkan aktivitas politiknya dan berkonsentrasi penuh pada tugasnya ngurus TKI.
Jadi ya nyata hasilnya. Nah, kalau pegang jabatan hanya untuk petantang petenteng kayak preman ain politik ya begitulah jadinya, rakyat jadi korbannya.
Oleh: Andrianto, tokoh oposan.***









