Tragedi Berdesak-desakan di Stadion Kanjuruhan Malang Dipicu oleh Gas Air Mata

- Pewarta

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Dok. Polkam.go.)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Dok. Polkam.go.)

FOKUSSIBER.COM – Sebuah tim pencari fakta yang ditugaskan menyelidiki tragedi berdesak-desakan di pertandingan sepak bola yang menelan korban jiwa telah menyimpulkan bahwa gas air mata adalah penyebab utamanya.

Kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Jumat 14 Oktober 2022.

Tim yang terdiri dari sejumlah pejabat pemerintah, pakar sepak bola, dan keamanan itu telah menyelidiki lebih dari 130 orang tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur, pada 1 Oktober.

Mahfud MD mengatakan satu tim terpisah masih menyelidiki toksisitas gas yang digunakan, tetapi apapun hasilnya.

Itu tidak akan mengubah kesimpulan bahwa tingginya jumlah korban tewas terutama disebabkan oleh penggunaan gas air mata.

Pihak berwenang Indonesia dan Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) menghadapi pertanyaan dan kritik yang meningkat mengenai mengapa polisi menembakkan gas air mata ke dalam stadion, tindakan pengendalian massa yang dilarang oleh badan sepak bola dunia, FIFA.

Tim pencari fakta mendapati personel polisi yang bertugas tidak mengetahui larangan gas air mata pada pertandingan sepak bola. Gas air mata telah ditembakkan “tanpa pandang bulu” dan para petugas telah melakukan tindakan “berlebihan”, kata tim itu.

Polisi telah berusaha mengecilkan peran mereka dalam tragedi itu, dan menekankan bahwa pintu-pintu keluar yang sempit di stadion itu telah memperburuk situasi.

Stadion itu sendiri pada saat kejadian menampung jumlah penonton yang melebihi kapasitasnya.

Polisi dan militer sedang menyelidiki puluhan petugas mereka terkait dengan insiden tersebut.

Tim penyidik menyimpulkan bahwa PSSI telah lalai dengan mengabaikan peraturan dan menyerukan pengunduran diri ketua dan komite eksekutifnya.

Menurut mereka, perusahaan penyelenggara pertandingan, PT Liga Indonesia Baru, juga lalai.

Mahfud mengatakan temuan itu, yang dirinci dalam daftar rekomendasi setebal 124 halaman, telah diserahkan kepada presiden.

Awal pekan ini PSSI mengumumkan bahwa mereka telah membentuk satuan tugas bersama FIFA dalam upaya meningkatkan pengendalian massa dan langkah-langkah keamanan.

Intervensi yang jarang dilakukan oleh badan pengatur olahraga itu dilakukan karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA tahun depan.***

Berita Terkait

FIBA World Cup 2023 Terus Koordinasi dengan FIBA dalam Persiapan Indonesia Arena
Bukan Hanya di Gelora Bung Karno Senayan, Presiden Jokowi Sebut Sejumlah Stadion Termasuk Manahan Solo
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 26 Juni 2023 - 22:00 WIB

FIBA World Cup 2023 Terus Koordinasi dengan FIBA dalam Persiapan Indonesia Arena

Senin, 26 Juni 2023 - 17:06 WIB

Bukan Hanya di Gelora Bung Karno Senayan, Presiden Jokowi Sebut Sejumlah Stadion Termasuk Manahan Solo

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 09:08 WIB

Tragedi Berdesak-desakan di Stadion Kanjuruhan Malang Dipicu oleh Gas Air Mata

Berita Terbaru