Jaleswari Pramodhawardani Mundur dari KSP, Jadi Tim Pemenangan Nasional Ganjar – Mahfud

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 1 Februari 2024 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaleswari Pramodhawardhani. (Dok. Ksp.go.id)

Jaleswari Pramodhawardhani. (Dok. Ksp.go.id)

KILASNEWS.COM – Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan yang telah diemban di Kantor Staf Presiden (KSP).

Pengunduran diri Jaleswari Pramodhawardani sebagai Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, terhitung mulai Kamis, 1 Februari 2024.

Seperti diketahui, Jaleswari Pramodhawardani masuk dalam Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud Md sejak November 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, mengumumkan kedeputian baru.

Yaitu Deputi Inklusi yang berisi para perempuan dan dipimpin oleh Jaleswari Pramodhawardani.

“TPN Ganjar-Mahfud hari ini kedatangan para perempuan hebat yang aktif di berbagai bidang mulai dari Politik, Demokrasi, Anti Korupsi hingga isu Lingkungan,” kata Arsjad Rasjid.

Arsjad Rasjid menyampaikan hal itu usai Rapat TPN di Gedung High End, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 15 November 2023.

Baca artikel lainnya di sini : Makan Siang Gratis Siswa akan Berdayakan Petani, Prabowo Subianto: Tak Ada yang Mengeluh Tak Dibeli

Jaleswari menyampaikan proses permohonan pengunduran dirinya yang sudah diajukan kepada Presiden Joko Widodo melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Melalui siaran pers ini, saya Jaleswari Pramodhawardani menginformasikan pengunduran diri saya dari jabatan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan.”

Lihat juga konten video, di sini: Jokowi dan Prabowo Santap Bakso Pak Sholeh Bandongan di Kios Kaki Lima Magelang, Jawa Tengah

“Terhitung 1 Februari 2024,” kata Jaleswari dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, 31 Januari 2024.

Jaleswari menyatakan mundur karena tidak ingin dipersepsikan sebagai beban politik Presiden Joko Widodo.

“Alasan pengunduran diri saya didasari pada etika dan keyakinan yang saya harus pegang.”

“Dalam hal ini, saya menyadari penuh bahwa saya perlu menghindari situasi dimana saya dapat dipersepsikan sebagai beban politik.”

“Bagi Bapak Presiden maupun lembaga kepresidenan secara umum dikarenakan pilihan politik pribadi saya,” tutur Jaleswari.*

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita Nasional Halloup.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Haiup.com dan Nusraraya.com

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB