Jangan Anggap Enteng Jika 2 Jam Terpapar Polusi Udara, Organ Tubuh Ini akan Terganggu

- Pewarta

Kamis, 16 Februari 2023 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi polusi udara. (Pixabay/mohamed_hassan)

Ilustrasi polusi udara. (Pixabay/mohamed_hassan)

KILASNEWS.COM – Polusi lalu lintas telah lama dikaitkan dengan masalah kesehatan. Sebuah studi menemukan bahwa menghirup asap knalpot, bahkan meski hanya beberapa jam dapat merusak fungsi kognitif otak.

Seperti dilansir dari laman Daily Mail, Jumat, 10 Februari 2023, para peneliti di Kanada menyebut kerusakan tersebut menyebabkan perubahan yang signifikan hanya dalam waktu dua jam.

Polusi udara tidak hanya mengikis kesehatan saraf, tetapi juga meningkatkan risiko kematian.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Kesehatan Lingkungan, para peneliti di University of British Columbia dan University of Victoria mengungkapkan bahwa para subjek, yang terdiri dari 25 orang berusia 19-49 tahun dipaparkan ke dua udara yang berbeda, udara bersih yang disaring dan udara yang terkontaminasi knalpot pada waktu yg berbeda selama 120 menit.

Selama waktu tersebut, subjek dalam penelitian mengendarai sepeda statis dengan usaha ringan selama sekitar 15 menit untuk meningkatkan inhalasi.

Semua subjek menjalani pemindaian MRI sebelum dan sesudah paparan untuk memantau aktivitas otak pada tahapan yang berbeda.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa dengan menghirup knalpot diesel dapat menurunkan konektivitas fungsional.

Fungsi tersebut berpengaruh terhadap bagian otak yang mengatur interaksi dan komunikasi manusia.

Dr Chris Carlsten, seorang penulis studi senior mengatakan, “Orang-orang mungkin ingin berpikir dua kali pada saat mereka terjebak kemacetan dengan jendela yang dibuka.”

“Penting untuk memastikan filter udara mobil Anda berfungsi dengan baik dan jika Anda sedang berjalan atau bersepeda di jalan yang sibuk, pertimbangkan untuk beralih ke rute yang tidak terlalu padat,” jelasnya.

Para peneliti secara khusus memusatkan perhatian pada perubahan jaringan mode default otak (DMN).

Ini merupakan satu set daerah di otak yang lebih aktif selama tugas pasif daripada tugas yang menuntut perhatian eksternal yang terfokus.

Kerusakan pada DMN memengaruhi beberapa area otak termasuk korteks prefrontal medial, korteks cingulate posterior, lobus parietal inferior, korteks temporal lateral, dan formasi hippocampal.

Aktivitas di DMN melonjak saat kita bangun dan tidak terlibat dalam kegiatan tertentu. Misalnya, ketika kita sedang melamun, mengingat kembali kenangan, membayangkan masa depan, memantau lingkungan kita, memikirkan niat orang lain, dan sebagainya.

“Kami tahu bahwa konektivitas fungsional yang berubah di DMN telah dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif dan gejala depresi, jadi mengkhawatirkan ketika melihat polusi lalu lintas mengganggu hal yang sama,” Dr Jodie Gawryluk, seorang psikolog di University of Victoria dan penulis pertama studi.

“Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampak fungsional dari perubahan ini, ada kemungkinan hal itu dapat merusak pemikiran atau kemampuan orang untuk bekerja,” sambungnya.***

Berita Terkait

Ampuh untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Inilah Manfaat Utama Air Rbusan 5 Jenis Tanaman Herbal
Surga Kuliner Khas Nusantara Nur Corner Kini Hadir di Corner 28 Petogogan, Kebayoran Baru, Jaksel
Nomor 2 Buah-buahan Non-asam, Ini 8 Jenis Makanan yang Dianggap Aman bagi Penderita Asam Lambung
Salah Satunya Kayu Manis yang Antiinflamasi, Berikut Ini 8 Bumbu Dapur yang Bermanfaat untuk Kesehatan
Termasuk Bisa Menyokong Sistem Kekebalan Tubuh, Kemangi Memiliki 8 Manfaat untuk Kesehatan
Nomor 1 Mendetoksifikasi Tubuh, Berikut Ini 5 Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan
Hanya dengan Tahu Nomor Telepon, Google Sebut Ponsel Samsung, Pixel, dan Vivo Mudah Diretas
Nomor 1 Kubis, Inilah 5 Jenis Makanan yang Dipercaya Mampu Jaga Kesehatan Ginjal
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 09:33 WIB

Ampuh untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Inilah Manfaat Utama Air Rbusan 5 Jenis Tanaman Herbal

Senin, 29 Januari 2024 - 21:03 WIB

Surga Kuliner Khas Nusantara Nur Corner Kini Hadir di Corner 28 Petogogan, Kebayoran Baru, Jaksel

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:00 WIB

Nomor 2 Buah-buahan Non-asam, Ini 8 Jenis Makanan yang Dianggap Aman bagi Penderita Asam Lambung

Selasa, 14 November 2023 - 16:57 WIB

Salah Satunya Kayu Manis yang Antiinflamasi, Berikut Ini 8 Bumbu Dapur yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Minggu, 25 Juni 2023 - 20:06 WIB

Termasuk Bisa Menyokong Sistem Kekebalan Tubuh, Kemangi Memiliki 8 Manfaat untuk Kesehatan

Selasa, 4 April 2023 - 14:51 WIB

Nomor 1 Mendetoksifikasi Tubuh, Berikut Ini 5 Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Senin, 20 Maret 2023 - 09:10 WIB

Hanya dengan Tahu Nomor Telepon, Google Sebut Ponsel Samsung, Pixel, dan Vivo Mudah Diretas

Senin, 20 Februari 2023 - 13:26 WIB

Nomor 1 Kubis, Inilah 5 Jenis Makanan yang Dipercaya Mampu Jaga Kesehatan Ginjal

Berita Terbaru