FOKUS SIBER – Juru Bicara (Jubir) Wakil Presiden (Wapres) Masduki Baidlowi membenarkan, iring-iringan kendaraan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sempat dihadang oleh para pendemo penolakan kenaikan BBM.
Peristiwa ini terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 7 September 2022.
“Perjalanan Wakil Presiden dari tempat acara ke bandara berjalan lancar. Tersendat sedikit karena ada demonstrasi itu biasa,” kata Masduki dalam keterangan resminya, Kamis 8 September 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pihak keamanan sudah melakukan pengaturan dengan baik. Dan karena pengaturan tersebut Wapres bisa melanjutkan perjalanan dengan baik”.
Peristiwa ini terjadi saat Ma’ruf beserta rombongan hendak menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk kembali ke Jakarta.
Usai melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja di Palembang selama dua hari.
Melihat hal tersebut, Ma’ruf melalui Masduki mengatakan, demonstrasi merupakan bagian dari implementasi negara demokrasi.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
“Ini adalah negara demokrasi, siapa saja boleh menyampaikan aspirasi, yang penting berlangsung secara tertib, tidak melanggar peraturan, dan tidak terjadi anarkis,” kata Masduki.
Menurut Masduki, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak warga negara.
“Demonstrasi mahasiswa ataupun demonstrasi lain itu adalah hak warga negara,” ujarnya.
Sebelumnya beredar video iring-iringan mobil Ma’ruf yang sedang melintas di kawasan Simpang Lampu Merah RS Charitas nyaris dihentikan para mahasiswa.
Baca Juga:
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
Namun, iring-iringan itu lolos dari adangan pedemo dan kembali melanjutkan perjalanan.
Polisi terlihat menghalangi mahasiswa yang mencoba mendekat ke arah iring-iringan kendaraan Ma’ruf.
Massa yang tergabung dalam aksi tersebut berasal dari sejumlah organisasi dan mahasiswa. ***









