Persatuan Bangsa akan Terjadi, Jika Rakyat Sejahtera dan Keadilan Ditegakkan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 5 Desember 2022 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Baswedan. (Instagram.com/ @aniesbaswedan)

Anies Baswedan. (Instagram.com/ @aniesbaswedan)

KILASNEWS.COM – Peluang Anies untuk menjadi Presiden RI ke 8 sangat besar. Berbagai ikhtiar rakyat telah diupayakan.

Segala cara untuk menjegal Anies juga tak kalah besarnya. Setelah itu, biarlah takdir yang menentukan siapa pemenangnya: rakyat atau penjegal.

Indonesia beruntung punya orang seperti Anies. Tentu ada Anies-Anies yang lain.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak bangsa yang berintegitas, punya kapasitas, banyak prestasi, bagus rakam jejaknya, dan memiliki komitmen nasionalisme yang kuat.

Orang-orang seperti ini memang harus didorong untuk memimpin bangsa.

Jika orang seperti ini memimpin bangsa, maka apa yang dilakukan? Pertama, akan ada kolaborasi.

Semua pihak dirangkul dan bersama-sama diajak untuk mengambil peran mengelola bangsa ini.

Indonesia digarap bersama-sama untuk sebuah tujuan yang dicita-citakan bersama. Inilah kolaborasi.

Kolaborasi sudah menjadi jargon Anies. Tidak saja ini akan menyatukan seluruh elemen bangsa, tetapi juga akan mengumpulkan energi untuk kebangkitan bangsa di masa depan.

Pada titik ini, tidak ada lagi kelompok-kelompok kecuali kehadirannya untuk ikut ambil peran bagi pambangunan masa depan bangsa.

Kedua, mendorong semakin menguatnya rakyat kecil. DP 0%, PBB gratis, ruang bersama (publik), transportasi publik yang nyaman dan super murah, KJP-Plus, beasiswa dsb yang selama ini dijalankan Anies di DKI.

Akan berlanjut dengan program-program nasional yang lebih inovatif untuk mendorong kaum bawah tumbuh dan bisa bersaing, tanpa mengancam kelas menengah atas.

Kesejahteraan yang merata untuk anak bangsa merupakan cita-cita kemerdekaan bangsa ini.

Inilah yang terus diingatkan oleh Anies sebagai amanah yang amat penting dan harus dituntaskan oleh para pemimpin.

Sumber daya alam (SDA) yang berlimpah memungkinkan untuk ditertibkan dan dikelola secara benar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ini pintu yang paling mudah dan cepat.

Ketiga, gerakan perlawanan terhadap korupsi. Tidak hanya memilih dan membaiat ketua KPK, Kapolri, Jaksa Agung dan Hakim Agung, Anies akan merevisi berbagai UU yang selama ini menjadi pintu masuk bagi para koruptor.

Regulasi dan penegakan hukum akan didisiplinkan. Ini untuk menjamin negara memiliki kepastian hukum dan keadilan.

Berulangkali Anies bicara: “Persatuan bangsa akan terjadi jika rakyat sejahtera dan keadilan ditegakkan”.

Keempat, Anies akan mendorong Indonesia menjadi negara yang sejajar, setara dan bisa bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

Dan Anies telah membuktikan kota Jakarta setara dalam banyak hal dengan kota-kota lain di negara-negara maju. Ini telah diakui dunia.

Dalam konteks nasional, ini bisa dilakukan dengan meningkatkan kemampuan di bidang teknologi. Teknologi harus dijadikan trigger untuk menaikkan daya saing Indonesia.

Di Indonesia, berlimpah Sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk bersaing di bidang teknologi.

Mulai dari teknologi otomotif, perkapalan, pesawat, alutsista, pertanian, hingga teknologi IT. Indonesia punya SDM yang berlimpah.

Hanya butuh kehadiran sejumlah kebijakan yang berpihak pada perkembangan dan kemajuan teknologi nasional.

Ini bisa dilakukan dengan memberi ruang dan dorongan memadai terhadap SDM yang jumlahnya sangat besar di negeri ini.

Oleh: John S. Edison, Pengamat politik. ***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru