Prabowo Subianto Ungkap Alasan Bakal Lanjutkan Kebijakan Hilirisasi yang Didorong Presiden Jokowi

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 1 Juli 2023 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto saat menghadiri program 'Mata Najwa'. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto saat menghadiri program 'Mata Najwa'. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

KILASNEWS.COM – Prabowo Subianto menegaskan bakal melanjutkan kebijakan hilirisasi yang didorong Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bila terpilih melanjutkan estafet kepemimpinan negara.

Menurutnya, kebijakan ini strategis demi meningkatkan nilai tambah komoditas yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Jadi, yang saya tawarkan satu, melanjutkan program-program yang strategis dan menuju pada nation building.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepada Indonesia makmur,” kata Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama Najwa Shihab di program ‘Mata Najwa’, Jumat, 30 Juni 2023.

Prabowo pun memberi contoh hilirisasi sumber daya alam. Ia menjelaskan, nilai tambah atau value added sejumlah komoditas.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Ini Jawaban Prabowo Subianto Saat Ditanya Najwa Shihab Soal Mengapa Dirinya Masih Maju Capres

Seperti nikel dan bauksit bakal meningkat dengan dikelola secara mandiri di dalam negeri.

Menurut Prabowo Subianto, tingginya nilai yang didapat negara bakal berdampak baik bagi masyarakat.

“Bahan-bahan kita sudah cukup, kita tidak mau lagi menjual kekayaan kita sebagai bahan mentah, tidak mau lagi,” tutur Prabowo Subianto.

“Kita mau pengolahan di Indonesia. Kita mau bahan-bahan itu diolah di Indonesia.”

“Sehingga kekayaan nilai tambahnya dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia,” sambung Prabowo.

Lebih rinci soal hilirisasi, ia pun menyebut nilai tambah nikel setelah diolah meningkat puluhan kali lipat ketimbang dijual mentah.

Karena itu, Prabowo menilai hilirisasi adalah program Jokowi yang perlu didukung keberlanjutannya.

“Nikel, waktu kita jual bahan mentah katakanlan penerimaan negara kurang lebih sekitar Rp13 triliun.”

“Setelah hilirisasi, naik 20-25 kali, bayangkan. Ini yang sangat penting. Ini baru nikel, belum bauksit,” jelas Prabowo Subianto.

Jokowi telah berulang kali mengungkapkan bahwa hilirisasi adalah salah satu program unggulan dan prioritas untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang ada di dalam negeri.

Saat ini, Indonesia telah melakukan hilirisasi nikel sejak 2020 yang berhasil memberikan nilai tambah signifikan.

Pemerintah pun melanjutkan kebijakan ini di sejumlah komoditas lain mulai dari bauksit hingga tembaga dan emas.

Menurut Jokowi, sumber daya alam harus dimanfaatkan secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain hilirisasi, Menteri Pertahanan RI itu juga menyampaikan pendapatnya tentang banyak hal dalam gelar wicara tersebut.

Prabowo Subianto dalam kesempatan itu juga banyak mengungkap sisi lain yang belum diketahui publik selama ini.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru