Prabowo Subianto Ungkap Sejarah Penting Partai Golkar, Bela Pancasila dan UUD 1945 di Masa Kritis

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 20 Oktober 2023 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara tasyakuran HUT ke-59 Golkar. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara tasyakuran HUT ke-59 Golkar. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

KILASNEWS.COM – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan, Golkar memiliki sejarah penting dalam membela Pancasila dan UUD 1945 di masa-masa kritis.

“Saat Pancasila terancam, Golkar tidak ragu-ragu membela Pancasila,” kata Prabowo Subianto di acara tasyakuran HUT ke-59 Golkar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat, 20 Oktober 2023.

“Sekali lagi, saya ulangi pada saat Pancasila terancam, Golkar tidak ragu membela Pancasila,” tegas Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, lanjut Prabowo Subianto, Golkar melahirkan banyak partai politik yang mengedepankan Pancasila dan UUD 1945.

“Golongan Karya melahirkan banyak sekali partai yang juga membela Pancasila, secara murni dan konsekuen,” ujar Prabowo Subianto.

Baca artikel lainnya di sini: Sapu Langit Digital Melayani Jasa Jual Beli dan Akuisisi Portal Berita yang Masih Berjalan dan Berkualitas

Terlahir dari wadah politik yang kuat akan dua hal tersebut, Prabowo Subianto mengaku merasa besar karena Golkar.

Pun saat ini dukungan dari partai tersebut sangat kuat untuk berjuang bersama demi kemakmuran rakyat Indonesia.

“Saya merasakan bahwa saya merasa besar, saya merasa dukungan yang sangat kuat, saya merasa kita berjuang selalu.”

“Untuk rakyat, untuk demokrasi, untuk kebenaran, untuk keadilan, untuk kejujuran untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tuturnya.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret
Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga
Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran
Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi
Jokowi dan Kaesang Tak Rebutan Kursi PSI 1: Politik atau Komedi?
Pergantian Kepemimpinan PKS Berlangsung Demokratis, Sohibul dan Al Muzammil Yusuf Muncul Sebagai Pemenang
Yahidin Umar Kritik Romahurmuzy Soal Kandidat Luar, PPP Diwarnai Konflik Menjelang Muktamar 2025

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Kamis, 11 September 2025 - 15:07 WIB

Rp40 Miliar Suap Kasus CPO: Djuyamto Mengaku, Minta Jadi Hakim Terakhir yang Terseret

Senin, 1 September 2025 - 13:59 WIB

Klarifikasi Isu Sri Mulyani Mundur, Stabilitas Fiskal Masih Terjaga

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Dua Anggota DPR Diduga Terima Dana Miliaran

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Gerindra Susun Formasi Baru, Kekuatan Politik Prabowo Kian Terkonsolidasi

Berita Terbaru